Di Australia, Muhammadiyah Himbau Agar Umat Islam Indonesia Moderat

WhatsApp-Image-2018-02-16-at-16.48.11-990x743
Konfrensi Muhammadiyah di Australia

Pers Media – Umat Islam Indonesia tidak akan mungkin tampil sebagai Islam rahmatan lil-‘alamin jika dirinya tertinggal dan tidak berkemajuan. Islam berkemajuan ingin mewujudkan kehidupan umat manusia yang tercerahkan melalui transformasi sosial yang bersifat emansipasi, humanisasi, liberasi, dan transendensi.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua PP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir dalam kuliah umum di Monash University hari Jumat 16 Februari 2018 di Melbourne. Demikian seperti dikutip dari Australia Plus (21/2/2018).

Haedar Nashir berada di Australia bersama dengan 37 rektor universitas Muhammadiyah dari seluruh Indonesia yang mengikuti kegiatan pendidikan dengan mengunjungi berbagai institusi pendidikan, termasuk Monash University.

Dalam kuliah yang dihadiri sekitar 100 orang tersebut, Haedar menjelaskan misi yang dijalankan oleh organisasi Muhammadiyah yang sekarang membawa konsep yang disebut Islam berkemajuan dalam kuliah yang disampaikan dalam bahasa Indonesia dan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

Menurut Haedar, dalam situasi kehidupan kontemporer yang kompleks di Tanah Air seperti sekarang ini, kehadiran Islam Indonesia yang berkemajuan menjadi sangat penting dan relevan.

“Umat Islam Indonesia yang mayoritas harus tampil sebagai umat berkemajuan, bukan sebagai golongan yang besar sebatas jumlah,” kata lulusan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta tersebut.

“Apalah artinya besar secara kuantitas tetapi kalah dalam kualitas. Apakah artinya Islam moderat jika tertinggal dan tangan di bawah.”

“Umat Islam Indonesia yang besar dan moderat harus menjadi golongan besar yang unggul dan tangan di atas. Itulah relevansi kehadiran Islam dan umat Islam berkemajuan di Indonesia.” kata ketua salah satu organisasi Islam terbesar di Tanah Air itu.