Makin panas, ini perbandingan kekuatan militer Iran Vs Israel

makin-panas-ini-perbandingan-kekuatan-militer-iran-vs-israel

Persmedia – Beberapa hari terakhir, konflik antara Israel dan Iran di Suriah semakin meruncing. Israel menuding Iran akan menempatkan tentaranya secara permanen di Suriah setelah ISIS dikalahkan. Lalu ada insiden Jet tempur Israel ditembak jatuh saat akan menghancurkan persenjataan Iran ditembak jatuh oleh senjata anti-pesawat Suriah.

Israel pun marah atas tindakan Iran menerbangkan pesawat pengintai tanpa awak ke wilayah udara mereka. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan yang mengancam Iran.

“Israel tidak akan membiarkan rezim itu mencekik kami dengan teror. Kami akan bertindak jika diperlukan, tidak hanya pada sekutu Iran tapi terhadap Iran sendiri,” kata Netanyahu seperti dikutip Reuters, (19/2) lalu.

Ancaman Iran dibalas dengan ejekan Iran. Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyebut jatuhnya pesawat F-16 meruntuhkan mitos Israel tak terkalahkan.

Kedua negara itu tegang. Kekuatan militer Israel jelas tak bisa diremehkan. Namun Iran juga dikenal sebagai Singa Persia. Setelah Irak hancur didera konflik, merekalah salah satu kekuatan terbesar di Teluk Parsi.

Situs globalfirepower mencatat Iran ada di posisi 21 dunia, sementara Israel di posisi 15. Iran unggul dalam jumlah personel militer aktif. Saat ini angkatan bersenjata Iran diperkirakan berjumlah 534.000 orang ditambah 400.000 komponen cadangan. Totalnya 934.000 orang.

Sementara Israel memiliki 168.250 personel militer aktif ditambah 550.000 personel cadangan. Totalnya mencapai 718.250 orang.

20180222013953-1-iran-vs-israel-002-nfi

Kekuatan Darat

Israel jauh lebih unggul untuk kendaraan tempur lapis baja. Mereka paling tidak memiliki 2.620 tank yang kebanyakan merupakan Tank Merkava buatan dalam negeri. Tank ini sudah terbukti battle proven dalam setiap pertempuran.

Sementara Iran hanya memiliki 1.616 buah tank. Kebanyakan merupakan tank kelas berat yang dimodifikasi industri dalam negeri Iran seperti T-72Z Safir-74. Ada juga tank era Uni Soviet seperti T-54/55, T-62 dan T-72.

Israel juga memiliki tak kurang dari 10.000 kendaraan lapis baja. Sementara Iran hanya memiliki 1.315 saja.

Iran unggul di jumlah artileri. Mereka memiliki 2.000 meriam medan sementara Israel hanya 300.

Kekuatan Laut

Iran yang mengklaim sebagai penjaga Teluk Persia ini lumayan bergigi di laut. Mereka memiliki 33 kapal selam.

Tiga kapal selam kelas kilo merupakan buatan Rusia. Mereka juga sudah mampu membuat kapal selam di dalam negeri. Ada beberapa tipe antara lain Ghadir dengan bobot 120 ton dan Yugo dengan bobot 90 ton.

Iran juga punya 3 kapal korvet, 230 kapal patroli dan 10 kapal penyapu ranjau.

Sementara Israel memiliki 6 kapal selam, 32 kapal patroli dan 3 kapal korvet.

Kekuatan Udara

20180222013953-2-iran-vs-israel-001-nfi

Israel tercatat memiliki 242 buah jet tempur dan 243 jumlah jet serang darat.

Israel mengandalkan F-15, F-15 E Strike Eagle dan F-16 C/D/I. Yang terbaru, mereka telah memiliki sembilan F-35 Lighting dan tengah memesan 50 buah lainnya ke sekutu terdekatnya, Amerika Serikat.

Sementara Iran memiliki 137 pesawat tempur dan jet serang darat dengan jumlah hampir sama. Mereka mengandalkan MiG-29 Fulcrum dan Dasault Mirage F-1. Angkatan Udara Iran juga memodernisasi F-14 Tomcat yang mereka beli tahun 1974 dari Amerika Serikat.

Tahun 2016 lalu, Iran mampu meluncurkan pesawat tempur HESA Saeqeh yang diproduksi dalam negeri. Media Iran melaporkan ada 30 unit pesawat bersayap belakang ganda ini yang siap tempur.

Di atas kertas, kekuatan udara Israel jauh melebihi Iran. Angkatan Udara Israel juga tercatat tak pernah kalah dalam pertempuran udara sejak tahun 1967. Mereka merontokkan pesawat tempur koalisi negara Arab tanpa perlawanan berarti.

Maka bisa dipahami kegembiraan Iran saat militer Suriah yang didukungnya berhasil menjatuhkan F-16 Israel. Mereka menepis mitos tentara udara Israel yang tak terkalahkan.

Faktor lain

Baik Iran dan Israel dicurigai mengembangkan nuklir dalam sistem persenjataan mereka. Perang terbuka Iran dan Israel akan sangat berpotensi berkembang menjadi perang nuklir.

Perang terbuka antara Iran dan Israel juga akan menyeret sekutu mereka ke kancah peperangan. AS dan sebagian besar negara NATO jelas akan mendukung Israel. Arab Saudi pun berkepentingan menekan pengaruh Iran di Timur Tengah.

Sementara Iran akan mendapatkan dukungan dari Rusia. Turki juga kemungkinan besar bergabung. Hubungan Turki dengan AS makin renggang setelah militer Turki berupaya menggagalkan pembentukan pasukan perbatasan di Suriah yang didukung AS. Pasukan itu nantinya akan didominasi oleh milisi Kurdi. Secara politik Turki merasa Suku Kurdi merupakan ancaman karena ingin memisahkan diri. [ian]