TKW Filipina Dibunuh di Kuwait, Majikannya Berhasil Ditangkap

_100162290_joannademafelisafp

Manila – Polisi akhirnya berhasil menangkap tersangka pembunuhan seorang tenaga kerja wanita (TKW) Filipina yang jasadnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam lemari es di Kuwait.
Jasad Joanna Demafelis, yang berusia 29 tahun, ditemukan dalam kondisi membeku di apartemen majikannya selama setahun semenjak dia dilaporkan hilang.

Nader Essam Assaf, sang majikan, ditangkap di Lebanon karena dicurigai sebagai pelaku pembunuhan pekerja rumah tangga asal Filipina itu, demikian keterangan departemen luar negeri Filipina, Jumat.

Kematian Demafelis telah memicu kemarahan di Filipina sehingga pemerintah negara itu melarang warganya bekerja di Kuwait.

Assaf, warga negara Lebanon, ditangkap di negara asalnya, ungkap departemen luar negeri Filipina dalam pernyataan resminya.

Kematian Demafelis telah memicu kemarahan di Filipina sehingga pemerintah negara itu melarang warganya bekerja di Kuwait. (AFP)

Adapun tersangka lainnya, yaitu istri Assaf, Mona, yang warga negara Suriah, masih dinyatakan buron dan diperkirakan berada di Suriah, papar keterangan resmi tersebut.

Assaf serta istrinya telah menjadi incaran kepolisian internasional sejak kasus pembunuhan ini terungkap.

Menteri luar negeri Filipina, Alan Peter Cayetano menyambut baik informasi penangkapan salah-seorang tersangka, dan menyebutnya sebagai “langkah awal yang penting dalam upaya pencarian keadilan bagi Joanna”.

Disembunyikan dalam lemari es
Jasad Demafelis ditemukan dalam lemari es di sebuah apartemen yang tampaknya telah ditinggalkan oleh pemiliknya setahun lalu. Pada tubuh korban ditemukan bekas penganiayaan, kata seorang pejabat Filipina.

Jasad Demafelis (foto atas, saat mendiang masih hidup dalam sebuah acara) ditemukan dalam lemari es di sebuah apartemen yang tampaknya telah ditinggalkan oleh pemiliknya setahun lalu. (AFP)

Setelah jasadnya ditemukan, pihak berwenang Filipina mengatakan mereka siap memfasilitasi kepulangan lebih dari 1.000 “tenaga kerjanya yang tertekan hidupnya” di Kuwait, yang sebagian besar bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Departemen luar negeri Filipina memperkirakan saat ini ada sekitar 252.000 warganya yang hidup dan bekerja di Kuwait.

Sementara itu, pihak berwenang Kuwait berjanji untuk melakukan segala kemungkinan demi mengungkap kasus pembunuhan Demafelis.

Menteri luar negeri Filipina, Alan Peter Cayetano, mengharapkan otoritas Kuwait agar mengekstradisi Assaf dari Libanon supaya dapat diadili di Kuwait.