Habib Novel: Faizal Sudah Dipecat dan Presidium Alumni 212 Tak Diakui

563-humas_persaudaraan_alumni_212_habib_novel_chaidir_bamukmin

Jakarta – Beberapa hari terakhir, pendiri Persaudaraan Alumni 212 Faizal Assegaf kerap melontarkan kritik pedas terhadap sepak terjang dari Persaudaraan Alumni 212.

Sebagai contoh, Faizal mengkritisi Persaudaraan Alumni 212 yang membentuk panitia penyambutan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Kemudian, ia juga memberikan komentar pedas terhadap aksi demo Persaudaraan Alumni 212 yang memprotes peninjauan kembali (PK) terpidana kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Menanggapi hal tersebut, Humas Persaudaraan Alumni 212 Habib Novel Chaidir Bamukmin merasa lucu. Apalagi Faizal sudah dipecat dari kepengurusan Presidium Alumni 212. “Ha-ha-ha-ha, sudah dipecat tuh orang,” kata Habib Novel kepada NNC, Senin (26/2/2018).

Tak hanya itu, ia juga menyebut jika Presidium Alumni 212 tidak diakui keberadaannya. Sebab Munas ke I Ulama, Tokoh dan Aktivis 212 di Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (27/1/2018), memutuskan Presidium Alumni 212 diganti menjadi Persaudaraan Alumni 212.

Sehingga, lanjut Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ini, pernyataan Faizal dan kelompoknya bukan menjadi tanggung jawab mereka, dan tidak mewakili umat Islam.

“Presidium 212 saja sudah tidak diakui keberadaanya berdasarkan hasil Munas yang sudah berganti nama Persaudaraan Alumni 212, dan saya masih tetap Humasnya,” ujar Habib Novel.

“Dan apalagi FA-nya yang semua pernyataannya, baik FA dan Presidium 212, bukan tanggung jawab kami lagi dan tidak mewakili ulama dan umat islama Alumni 212,” tegasnya.

Sebelumnya, Faizal Assegaf mengkritisi sepak terjang Persaudaraan Alumni 212. Ia menuding mereka memanfaatkan isu kepulangan Habib Rizieq dan upaya Ahok mengajukan PK.

“Pendekatan menggoreng isu kepulangan Habib Rizieq dan kini bergeser pada isu mengancam demo mengepung Gedung MA terkait PK Ahok adalah bentuk reaksi sporadis dan memalukan,” kata Faizal dalam rilis yang diterima NNC, Senin (26/2/2018).

Untuk itu ia meminta mereka sadar dan berhenti membuat kegaduhan untuk mengais keuntungan politis dan finansial secara terselubung.

“Modus-modus licik tersebut telah mencemari gerakan bela Islam yang sejak awal dikenal sangat santun dan superdamai,” ungkap Ketua Progres 98 itu.