Dikabarkan Hujan Duit Batal, Masyarakat Kecewa

hujan-duit-di-jakarta_20180228_175216

Jakarta – Masyarakat di kawasan Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan kecewa. Mereka yang berkumpul sejak pukul 11.30 WIB akhirnya pulang setelah mendapat kabar hujan duit yang akan dilaksanakan di depan Plaza Festival dibatalkan.

Padahal sebelumnya, hujan duit ini akan digelar tiga hari mulai Rabu hingga Jumat besok (2/3/2018).

Menurut penjelasan Kapolsek Setiabudi AKBP Irwa Zaini, hal ini terjadi lantaran perizinan mengenai kegiatan promosi tersebut telah dicabut.

“Alasannya hanya mengganggu ketertiban masyarakat sini saja,” ungkap AKBP Irwa pada TribunJakarta.com di depan Plaza Festival Kamis (1/3/2018).

Kapolsek setiabudi ini mengungkapkan, memang sebelumnya telah memberi izin pada pihak aplikasi tersebut.

“Sebelumnya kami memang izinkan, tapi sekarang kami cabut. Seharusnya memang benar dari tanggal 28 Februari sampai tanggal 2 maret,” katanya.

Meski perizinan program promosi tersebut telah dicabut, nampaknya hal ini tidak menjadi masalah bagi pihak aplikasi 17Q.

Pasalnya, AKBP Irwa menjelaskan saat diberitahu kegiatan ini mengganggu ketertiban pihak 17Q dapat mengerti dan menerima alasan tersebut.

“Mereka pada dasarnya awalnya memang untuk iklan saja,” ucapnya.

Hal ini terpaksa dilakukan pihak keamanan lantaran tingginya antusias masyarakat yang menyebabkan menganggu ketertiban.

Sebelumnya, aksi ini membuat tukang ojek, pedagang, hingga pejalan kaki sibuk berlarian menangkap uang-uang yang disebar.

“Iya betul, itu terjadi saat jam dua belas tiga puluh,” kata Zarkasih petugas keamanan pasar Festival, Rabu (28/2/2018).

Berdasarkan penelusuran TribunJakarta.com (grup Surya.co,.id) , hujan duit ini merupakan salah satu bentuk promosi aplikasi kuis bernama 17Q.

Aplikasi tersebut adalah aplikasi kuis berbasis android yang dapat diunduh di appsstore dan aplikasi google play.

17Q ini adalah fitur yang dapat menyalurkan hobi dari para penggemar kuis live berhadiah.

Tak hanya itu, 17Q juga akan mengobati rasa kangen kemeriahan kuis berhadiah di televisi nasional yang sangat populer pada era tahun 90-an.

Kapolsek Metro Setiabudi AKBP Irwa Zaini Adib mengatakan polisi menghentikan program promosi hujan duit yang akan berlangsung sampai 2 Maret 2018 dan beredar di media sosial (medsos).

“Dari perusahaan memang bilang sampai 2 Maret ya, tapi itu kita hentikan. Karena kita baru tahu kegiatannya seperti itu, mengganggu pejalan kaki dan lalu lintas,” ujar Irwa kepada wartawan.

Ia mengatakan, hujan duit itu merupakan promosi dari sebuah aplikasi.

Ia mengakui polisi memang sudah menerima pemberitahuan soal promosi tersebut. Hanya saja, polisi tidak mengetahui bahwa promosinya adalah dengan menyebar uang.

“Polisi tidak menyiapkan pengamanan yang spesial, karena kami mengira promosi yang biasa saja. Sekarang kondisi jalan sudah normal,” papar Irwa.

Sebelumnya beredar video di masyarakat peristiwa hujan duit yang diketahui berada di depan Gor Soemantri, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Rabu (28/2) sekitar pukul 12.30 WIB.

Masyarakat yang melintas di jalan tersebut, terlihat menghentikan kendaraan mereka dan ikut serta mengambil uang yang bertebaran.

Nominalnya beragam, mulai dari pecahan Rp 2.000 hingga Rp 10 ribu.

Dalam video tersebut juga terlihat, kebanyakan dari mereka yang menghentikan kendaraan adalah motor.